{"id":806,"date":"2025-09-16T15:04:23","date_gmt":"2025-09-16T08:04:23","guid":{"rendered":"https:\/\/bic.id\/artikel\/?p=806"},"modified":"2025-09-16T15:04:26","modified_gmt":"2025-09-16T08:04:26","slug":"panduan-lengkap-tka-kimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bic.id\/artikel\/panduan-lengkap-tka-kimia\/","title":{"rendered":"Panduan Lengkap Materi TKA Kimia: Belajar 4 Minggu Menjelang Ujian"},"content":{"rendered":"<nav aria-label=\"breadcrumbs\" class=\"rank-math-breadcrumb\"><p><span class=\"last\">Home<\/span><\/p><\/nav>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h2>Dalam Artikel Ini<\/h2><nav><ul><li><a href=\"#strategi-jitu-menguasai-tka-kimia\">Strategi Jitu Menguasai TKA Kimia<\/a><\/li><li><a href=\"#materi-penting-tka-kimia\">Materi Penting TKA Kimia<\/a><\/li><li><a href=\"#minggu-1-kimia-dasar-dan-struktur-atom\">Minggu 1: Kimia Dasar dan Struktur Atom<\/a><\/li><li><a href=\"#minggu-2-larutan-dan-kimia-analitik\">Minggu 2: Larutan dan Kimia Analitik<\/a><\/li><li><a href=\"#minggu-3-termokimia-dan-laju-reaksi\">Minggu 3: Termokimia dan Laju Reaksi<\/a><\/li><li><a href=\"#minggu-4-kimia-organik-elektrokimia-dan-kimia-unsur\">Minggu 4: Kimia Organik, Elektrokimia, dan Kimia Unsur<\/a><\/li><li><a href=\"#jadi-masih-takut-tka-kimia\">Jadi, Masih Takut TKA Kimia?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"strategi-jitu-menguasai-tka-kimia\">Strategi Jitu Menguasai TKA Kimia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hai, pejuang <a href=\"https:\/\/bic.id\/blog\/tes-kemampuan-akademik\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/bic.id\/blog\/tes-kemampuan-akademik\/\">TKA<\/a>! Ujian semakin dekat, dan materi TKA Kimia terasa begitu banyak, ya? Mulai dari stoikiometri yang penuh perhitungan sampai kimia organik yang banyak hafalan. Tapi jangan khawatir, kamu tidak sendirian. Persiapan yang terstruktur adalah kunci untuk meraih nilai terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan silabus dan <strong>kisi-kisi TKA kimia<\/strong> resmi dari Pusmendik Kemendikbud, materi yang akan diujikan bisa kita bagi menjadi empat kelompok besar. Dengan mengikuti panduan 4 minggu ini, kamu akan bisa menguasai setiap materi dengan efektif. Yuk, kita mulai! <\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"materi-penting-tka-kimia\">Materi Penting TKA Kimia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan silabus dan <strong>kisi-kisi TKA kimia<\/strong> resmi dari <a href=\"https:\/\/pusmendik.kemdikbud.go.id\/pdf\/file-175\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/pusmendik.kemdikbud.go.id\/pdf\/file-175\" rel=\"noreferrer noopener\">Pusmendik Kemendikbud<\/a>, materi yang akan diujikan bisa kita bagi menjadi empat kelompok besar. Kamu bisa menggunakan panduan 4 minggu ini untuk belajar lebih terstruktur dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"minggu-1-kimia-dasar-dan-struktur-atom\">Minggu 1: Kimia Dasar dan Struktur Atom<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada minggu pertama ini, kita akan memperkuat fondasi <strong>TKA kimia<\/strong> dengan memahami konsep-konsep paling fundamental. Materi ini ibarat pondasi rumah; jika kuat, kamu akan lebih mudah memahami bab-bab kimia lainnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Struktur Atom dan Sistem Periodik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami struktur atom adalah langkah awal. Kamu perlu menguasai perkembangan model atom, dari Dalton hingga model mekanika kuantum yang kita gunakan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Konfigurasi Elektron:<\/strong> Ini adalah salah satu topik yang sering keluar. Kamu harus bisa menuliskan konfigurasi elektron suatu unsur, baik berdasarkan prinsip Aufbau, aturan Hund, maupun larangan Pauli. Jangan lupakan cara menulis konfigurasi elektron untuk <strong>ion<\/strong> dan <strong>unsur transisi<\/strong> yang memiliki pengecualian, seperti Cr dan Cu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sistem Periodik Unsur:<\/strong> Pelajari tren atau sifat-sifat keperiodikan, seperti energi ionisasi, afinitas elektron, jari-jari atom, dan keelektronegatifan. Pahami bagaimana sifat-sifat ini berubah dalam satu golongan (dari atas ke bawah) dan satu periode (dari kiri ke kanan).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ikatan Kimia dan Geometri Molekul<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami struktur atom, kita akan mempelajari bagaimana atom-atom tersebut berinteraksi untuk membentuk molekul.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jenis Ikatan:<\/strong> Pahami perbedaan mendasar antara ikatan <strong>ionik<\/strong> (transfer elektron), <strong>kovalen<\/strong> (pemakaian elektron bersama), dan <strong>logam<\/strong> (lautan elektron). Identifikasi jenis ikatan dalam suatu senyawa dengan melihat unsur-unsur pembentuknya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Geometri Molekul:<\/strong> Ini adalah bab yang menantang namun seru. Gunakan Teori Domain Elektron atau VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) untuk memprediksi bentuk molekul. Pahami bahwa bentuk molekul ditentukan oleh jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) di sekitar atom pusat. Contohnya, CH4\u200b memiliki bentuk tetrahedral, sementara NH3\u200b trigonal piramida, meskipun keduanya memiliki 4 domain elektron.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Stoikiometri: Jembatan Perhitungan Kimia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stoikiometri adalah \"otak\" dari perhitungan kimia. Tanpa menguasai ini, kamu akan kesulitan mengerjakan soal-soal kimia kuantitatif.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Konsep Mol:<\/strong> Jadikan mol sebagai \"jembatan\" utama dalam setiap perhitungan. Mol dapat menghubungkan massa, volume, jumlah partikel (atom, molekul, ion), dan molaritas. Kuasai rumus-rumus dasar: n=Mrmassa\u200b, n=22,4V\u200b (STP), n=6,02\u00d71023jumlah\u00a0partikel\u200b.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pereaksi Pembatas:<\/strong> Soal-soal TKA sering menyertakan pereaksi pembatas. Pahami bahwa pereaksi pembatas adalah zat yang akan habis terlebih dahulu dan menentukan jumlah produk yang terbentuk. Latihan soal <strong>persen hasil<\/strong> juga penting untuk mengukur efisiensi suatu reaksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"minggu-2-larutan-dan-kimia-analitik\">Minggu 2: Larutan dan Kimia Analitik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Minggu kedua ini, kita akan fokus pada topik-topik yang berhubungan dengan larutan dan perhitungannya. Materi ini sangat penting karena sering muncul dalam soal hitungan <strong>TKA kimia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Asam-Basa dan Titrasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemahaman konsep asam-basa adalah hal yang fundamental. Kamu tidak hanya perlu tahu teori-teori dasarnya, tetapi juga harus menguasai perhitungannya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Teori Asam-Basa:<\/strong> Pahami konsep asam-basa menurut <strong>Arrhenius<\/strong> (zat yang menghasilkan H+ atau OH\u2212 dalam air), <strong>Bronsted-Lowry<\/strong> (donor dan akseptor proton), dan <strong>Lewis<\/strong> (donor dan akseptor pasangan elektron).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perhitungan pH:<\/strong> Kuasai cara menghitung pH larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah, dan basa lemah. Ingat, untuk asam\/basa lemah, kamu perlu menggunakan tetapan ionisasi (Ka atau Kb). Latihan soal <strong>hidrolisis garam<\/strong> juga penting, karena garam yang terbentuk dari asam-basa lemah akan memengaruhi pH larutan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Larutan Penyangga (Buffer):<\/strong> Pahami cara kerja larutan penyangga yang mampu mempertahankan pH. Kuasai rumus Henderson-Hasselbalch untuk menghitung pH larutan penyangga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"763\" height=\"528\" src=\"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gambar-skal-ph.webp\" alt=\"Materi TKA Kimia - skala pH\" class=\"wp-image-807\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gambar-skal-ph.webp 763w, https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/gambar-skal-ph-300x208.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 763px) 100vw, 763px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Topik ini berkaitan dengan kesetimbangan dalam larutan jenuh. Perhitungan Ksp sering kali menuntut ketelitian.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Konsep Kelarutan dan Ksp:<\/strong> Kelarutan (s) adalah konsentrasi maksimum suatu zat yang dapat larut dalam pelarut pada suhu tertentu. Sementara itu, <strong>hasil kali kelarutan (Ksp)<\/strong> adalah nilai konstanta kesetimbangan untuk reaksi pelarutan suatu senyawa. Pahami hubungan antara s dan Ksp.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Faktor yang Memengaruhi Kelarutan:<\/strong> Pelajari faktor-faktor seperti suhu dan <strong>efek ion senama<\/strong>. Efek ion senama adalah penurunan kelarutan suatu zat yang terjadi ketika ditambahkan ion yang sama (senama) ke dalam larutan. Contohnya, kelarutan AgCl akan menurun jika dilarutkan dalam larutan NaCl karena adanya ion Cl\u2212 yang senama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"minggu-3-termokimia-dan-laju-reaksi\">Minggu 3: Termokimia dan Laju Reaksi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki minggu ketiga, kita akan menguasai materi yang banyak berkaitan dengan energi dan kecepatan reaksi kimia. Ini adalah topik yang menantang, tetapi sangat penting untuk <strong>TKA kimia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Termokimia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi kimia dan perubahan energi (panas).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Hukum Hess:<\/strong> Ini adalah konsep paling penting di termokimia. Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi (\u0394H) hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir, bukan pada jalur reaksi. Dengan kata lain, kamu bisa menjumlahkan atau membalikkan persamaan reaksi termokimia untuk mendapatkan \u0394H reaksi yang dituju. Latihan soal-soal <strong>Hukum Hess<\/strong> dengan skema siklus atau diagram energi adalah cara terbaik untuk menguasai bab ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perubahan Entalpi Reaksi:<\/strong> Pahami berbagai jenis entalpi, seperti entalpi pembentukan standar (\u0394H\u00b0f\u200b), entalpi pembakaran, dan entalpi pelarutan. Kamu juga harus bisa menghitung \u0394H reaksi menggunakan data energi ikatan atau data \u0394H\u00b0f\u200b. Ingat, reaksi <strong>eksoterm<\/strong> melepaskan panas (\u0394H negatif), sementara <strong>endoterm<\/strong> menyerap panas (\u0394H positif).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laju Reaksi dan Kesetimbangan Kimia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bab ini membahas seberapa cepat suatu reaksi berlangsung dan kapan reaksi mencapai keadaan setimbang.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laju Reaksi:<\/strong> Pahami faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi: konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan keberadaan <strong>katalis<\/strong>. Katalis adalah zat yang mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Orde Reaksi:<\/strong> Kamu harus bisa menentukan orde reaksi dan persamaan laju reaksi dari data eksperimen. Orde reaksi adalah pangkat konsentrasi pereaksi dalam persamaan laju reaksi. Total dari orde-orde reaksi ini disebut orde reaksi total.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesetimbangan Kimia:<\/strong> Pelajari <strong>asas Le Chatelier<\/strong>, yang menjelaskan pergeseran kesetimbangan. Pergeseran ini terjadi jika ada perubahan konsentrasi, tekanan, volume, atau suhu. Misalnya, jika konsentrasi produk ditingkatkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan. Kamu juga harus bisa menghitung konstanta kesetimbangan (Kc\u200b dan Kp\u200b).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"minggu-4-kimia-organik-elektrokimia-dan-kimia-unsur\">Minggu 4: Kimia Organik, Elektrokimia, dan Kimia Unsur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki minggu terakhir, kita akan fokus pada materi yang membutuhkan pemahaman konsep yang kuat, sedikit hafalan, dan ketelitian. Topik-topik ini seringkali menjadi penentu dalam <strong>TKA kimia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kimia Organik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kimia organik adalah studi tentang senyawa karbon. Materinya luas, tapi kamu bisa menguasainya dengan fokus pada dasar-dasarnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tata Nama Senyawa:<\/strong> Kuasai cara memberi nama senyawa <strong>hidrokarbon<\/strong> (alkana, alkena, alkuna) dan senyawa dengan gugus fungsi (alkohol, eter, aldehida, keton, asam karboksilat, ester). Pahami aturan dasar IUPAC dan cara menentukan rantai utama, cabang, serta posisi gugus fungsi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Isomer:<\/strong> Pelajari berbagai jenis isomer, seperti isomer struktur (rantai, posisi, dan gugus fungsi) dan stereoisomer (geometri cis-trans). Kemampuan membedakan dan menggambar isomer sangat penting untuk soal-soal ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reaksi Kimia Organik:<\/strong> Pahami jenis-jenis reaksi utama: <strong>substitusi<\/strong>, <strong>adisi<\/strong>, dan <strong>eliminasi<\/strong>. Reaksi adisi terjadi pada alkena dan alkuna (ikatan rangkap), sementara reaksi substitusi umumnya terjadi pada alkana.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Elektrokimia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Elektrokimia mempelajari hubungan antara reaksi kimia dan energi listrik.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sel Volta dan Sel Elektrolisis:<\/strong> Pahami perbedaan mendasar antara kedua sel ini. Sel <strong>Volta<\/strong> (galvanik) mengubah energi kimia menjadi energi listrik secara spontan, sedangkan sel <strong>elektrolisis<\/strong> menggunakan energi listrik untuk menjalankan reaksi kimia yang tidak spontan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Potensial Sel Standar (E\u00b0sel\u200b):<\/strong> Kuasai cara menghitung potensial sel dengan rumus E\u00b0sel\u200b=E\u00b0katoda\u200b\u2212E\u00b0anoda\u200b. Reaksi spontan akan memiliki nilai E\u00b0sel\u200b positif. Ingat, reduksi selalu terjadi di katoda dan oksidasi di anoda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hukum Faraday:<\/strong> Ini adalah materi hitungan yang sering keluar. Pahami rumus-rumus <strong>Hukum Faraday<\/strong> untuk menghitung massa zat yang diendapkan atau gas yang dihasilkan selama elektrolisis. Contohnya, Hukum Faraday I yang menyatakan massa zat yang diendapkan sebanding dengan jumlah muatan listrik yang mengalir.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kimia Unsur dan Kimia Inti<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah materi yang memerlukan hafalan, tetapi konsepnya tidak terlalu rumit.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sifat Unsur Golongan Utama:<\/strong> Pelajari sifat dan kegunaan unsur-unsur penting, seperti logam alkali (golongan IA), alkali tanah (golongan IIA), dan halogen (golongan VIIA). Pahami tren reaktivitasnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Unsur Transisi:<\/strong> Kenali ciri-ciri unik dari unsur transisi, seperti pembentukan ion berwarna, kemampuan membentuk lebih dari satu biloks, dan sifat paramagnetik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Radioaktivitas:<\/strong> Pahami konsep dasar radioaktivitas dan reaksi inti, seperti peluruhan alfa, beta, dan gamma. Pelajari juga konsep <strong>waktu paruh<\/strong> dan perhitungannya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"jadi-masih-takut-tka-kimia\">Jadi, Masih Takut TKA Kimia?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan <strong>strategi belajar TKA kimia<\/strong> yang terarah ini, kamu akan punya peta jalan yang jelas untuk menaklukkan semua materi. Ingat, kunci sukses adalah konsistensi dan pemahaman konsep yang kuat, bukan sekadar menghafal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingin lebih dalam lagi memahami materi ini dan mengasah kemampuanmu? Gabung bersama BIC.id dan raih kampus impianmu!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Strategi Jitu Menguasai TKA Kimia Hai, pejuang TKA! Ujian semakin dekat, dan materi TKA Kimia terasa begitu banyak, ya? Mulai dari stoikiometri yang penuh perhitungan sampai kimia organik yang banyak hafalan. Tapi jangan khawatir, kamu tidak sendirian. Persiapan yang terstruktur adalah kunci untuk meraih nilai terbaik. Berdasarkan silabus dan kisi-kisi TKA kimia resmi dari Pusmendik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[194,32],"class_list":["post-806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-materi","tag-kimia","tag-tka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=806"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/806\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":809,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/806\/revisions\/809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bic.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}