Lebih Mengenal Dengan Poltekkes Kesejahteraan Sosial

Politeknik Kesejahteraan Sosial (POLTEKESOS) Bandung adalah Lembaga Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) yang didirikan pada 1 September 1964 oleh Departemen Sosial. Sekolah Tinggi ini menyelenggarakan Program Pendidikan Diploma 4 Pekerjaan Sosial. Sekolah Tinggi menghasilkan lulusan-lulusan kompeten dalam bidang Pekarjaan Sosial.

Pada tanggal 10 Januari 2005 maka mulai tahun Akademik 2006/2007 STKS Bandung membuka program studi Profesi Pekerjaan Sosial (Sp-1) dengan dua konsentrasi yaitu Pekerjaan Sosial Klinis dan Pekerjaan Sosial Komunitas. Selain itu STKS Bandung bekerjasama dengan Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor me-nyelenggarakan Program Pendidikan Pascasarjana yaitu Program Studi Magister Profesional Pengembangan Masyarakat.

Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos Bandung) merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Pendidikan Pekerjaan Sosial. Poltekesos Bandung (STKS) telah memiliki sertifikat ISO 9001:2015 tentang kualitas sistem manajemen penyedia layanan pendidikan pekerjaan sosial. Hingga sekarang ini, lulusan Poltekesos Bandung sudah tersebar di berbagai sektor/bidang seperti pemerintahan, swasta, LSM/NGO. Berlokasi di Kota Bandung, Poltekesos Bandung juga memiliki laboratorium praktik pekerjaan sosial indoor dan outdoor. Terkait jurusan yang tersedia, hingga kini Poltekesos Bandung hanya membuka Program Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial saja,

PROGRAM SARJANA TERAPAN

– Program Studi

  1. Pekerjaan Sosial
  2. Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial
  3. Rehabilitasi Sosial

 PASCA SARJANA SPESIALIS-1 PEKERJAAN SOSIAL (SP-1)

– Konsentrasi

  1. Pekerjaan Sosial Klinis dan
  2. Pekerjaan Sosial Komunitas

Profesi yang di dapatkan dari seorang lulusan Poltekkes Kesejahteraan Sosial Bandung yaitu seperti:

  1. Pekerja Sosial Pelayanan Anak: menguasai teori pekerjaan sosial, aplikasi teori dan teknologi pelayanan psikososial kepada anak dan keluarga guna mencapai keberfungsian sosial anak dan keluarga serta mendorong partisipasi masyarakat.
  2. Pekerja Sosial Pelayanan Kemiskinan: menguasai teori pekerjaan sosial dengan masalah kemiskinan serta menguasai aplikasi teori dan teknologi pemberdayaan masyarakat dalam mengentaskan dari kemiskinan.
  3. Pekerja Sosial Pelayanan Medis: menguasai teori pekerjaan sosial, aplikasi teori dan teknologi pelayanan psikososial di bidang kesehatan dalam mencapai keberfungsian sosial orang secara penuh.
  4. Pekerja Sosial Pelayanan Bencana: menguasai teori pekerjaan sosial, aplikasi teori dan teknologi pelayanan psikososial dalam mengurangi dampak bencana serta pengungsian.
  5. Pekerja Sosial Bidang Narkotika: menguasai teori pekerjaan sosial, aplikasi teori dan teknologi pelayanan psikososial kepada korban penyalahgunaan narkotika dan keluarga dalam mencapai keberfungsian sosial korban dan keluarga.
  6. Pekerja Sosial Pelayanan Penyandang Cacat: menguasai teori pekerjaan sosial, aplikasi teori dan teknologi pelayanan psikososial kepada orang dengan disabilitas, dan keluarga dan komunitas dalam mencapai keberfungsian sosialnya.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *