Pendidikan Pembentukan Bintara Polri: Syarat, Tahapan, dan Prospek Kerja

by | Dec 11, 2023 | Kedinasan | 0 comments

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri (Diktukba Polri) adalah salah satu jalur rekrutmen anggota Polri. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk calon bintara Polri menjadi anggota Polri yang memiliki sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan tugas Polri.

Syarat Pendidikan Pembentukan Bintara

Berikut ini adalah syarat-syarat untuk mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan berjiwa Pancasila.
  2. Pria atau wanita, dengan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita.
  3. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan.
  4. Berijazah SMA/SMK/MA jurusan IPA, IPS, atau bahasa.
  5. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan atau pidana yang lebih berat.
  6. Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari suatu aparatur sipil negara atau TNI/POLRI.
  7. Sehat jasmani dan rohani.
  8. Tidak buta warna.
  9. Tidak cacat fisik dan mental.
  10. Tidak memiliki tato dan tindik.
  11. Tidak memiliki catatan kriminal.

Tahapan Pendidikan Pembentukan Bintara

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:

  1. Pendaftaran
    Peserta pendidikan dapat mendaftar secara online melalui website penerimaan Polri.
  2. Penyaringan administrasi
    Peserta yang mendaftar akan dilakukan seleksi administrasi berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan.
  3. Pemeriksaan kesehatan
    Peserta yang lolos seleksi administrasi akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Polri.
  4. Pemeriksaan psikologi
    Peserta yang lolos pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pemeriksaan psikologi oleh tim psikolog Polri.
  5. Pemeriksaan kesamaptaan jasmani
    Peserta yang lolos pemeriksaan psikologi akan dilakukan pemeriksaan kesamaptaan jasmani oleh tim kesamaptaan jasmani Polri.
  6. Penelusuran dan pemeriksaan latar belakang
    Peserta yang lolos pemeriksaan kesamaptaan jasmani akan dilakukan penelusuran dan pemeriksaan latar belakang oleh tim penyidik Polri.
  7. Pemilihan
    Peserta yang lolos penelusuran dan pemeriksaan latar belakang akan mengikuti pemilihan oleh panitia penerimaan Polri.
  8. Penandatanganan perjanjian kerja
    Peserta yang lolos pemilihan akan menandatangani perjanjian kerja dengan Polri.
  9. Pelatihan dasar pembentukan
    Peserta yang lolos perjanjian kerja akan mengikuti pelatihan dasar pembentukan selama 5 bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN).

Materi Pelatihan Dasar Pembentukan Bintara Polri

Salah satu aspek penting dalam Diktukba Polri adalah materi pelatihan dasar. Materi pelatihan dasar bertujuan untuk membentuk calon bintara Polri menjadi pribadi yang bermoral, berintegritas, dan memiliki kepribadian yang kuat.

Selain itu, materi pelatihan dasar juga bertujuan untuk membekali calon bintara Polri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kepolisian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.

Materi Pelatihan Mental dan Kepribadian

Materi pelatihan mental dan kepribadian bertujuan untuk membentuk calon bintara Polri menjadi pribadi yang bermoral, berintegritas, dan memiliki kepribadian yang kuat. Materi pelatihan ini meliputi:

  • Pendidikan agama
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Pendidikan moral dan etika
  • Pendidikan kepribadian
  • Pendidikan bela negara

Materi Pelatihan Dasar Kepolisian

Materi pelatihan dasar kepolisian bertujuan untuk membentuk calon bintara Polri menjadi anggota Polri yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kepolisian. Materi pelatihan ini meliputi:

  • Dasar-dasar kepolisian
  • Hukum kepolisian
  • Taktik dan teknik kepolisian
  • Kesamaptaan jasmani
  • Kemampuan beladiri

Materi Pelatihan Teknis dan Taktis Kepolisian

Materi pelatihan teknis dan taktis kepolisian bertujuan untuk membentuk calon bintara Polri menjadi anggota Polri yang memiliki kemampuan teknis dan taktis kepolisian yang mumpuni. Materi pelatihan ini meliputi:

  • Kemampuan menembak
  • Kemampuan mengendarai kendaraan bermotor
  • Kemampuan pertolongan pertama pada kecelakaan
  • Kemampuan komunikasi
  • Kemampuan penyelidikan
  • Kemampuan penyidikan
  • Kemampuan patroli dan penjagaan
  • Kemampuan penanggulangan bencana

Materi pelatihan dasar pembentukan bintara Polri disusun secara sistematis dan komprehensif. Materi pelatihan ini diharapkan dapat membentuk calon bintara Polri menjadi anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan berjiwa Pancasila.

Prospek Kerja Pendidikan Pembentukan Bintara

Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan pendidikan pembentukan bintara Polri akan diangkat menjadi bintara polisi dengan pangkat Bripda. Bintara polisi memiliki berbagai macam tugas, antara lain:

  • Patroli dan penjagaan
  • Penegakan hukum
  • Penanggulangan bencana
  • Bantuan kemanusiaan
  • Pelayanan masyarakat

Bintara polisi juga memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan, seperti pendidikan perwira, pendidikan spesialis, dan pendidikan kejuruan.

Penutup

Pendidikan Pembentukan Bintara Polri adalah salah satu jalur rekrutmen anggota Polri yang memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Bagi Anda yang berminat untuk menjadi anggota Polri, Anda dapat mengikuti pendidikan ini dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

BIC – Brawijaya Intensive Centre, adalah bimbingan belajar dengan program belajar Untuk kelas 12 dan Alumni persiapan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur ujian SNBT, ujian Mandiri PTN/PTS favorit dan Sekolah Kedinasan. Ada dua pilihan kelas yang dapat kamu ikuti, Kelas Online dan Kelas Offline.
BIC“Your Future For Success”

SMAN 2 Balige: Profil, Fasilitas dan Prestasi

SMAN 2 Balige: Profil, Fasilitas dan Prestasi

SMAN 2 Balige adalah salah satu sekolah menengah atas favorit di Sumatera Utara. Sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap, tenaga pengajar yang berkualitas, dan prestasi yang membanggakan.