10 Jurusan Di Fakultas Kedokteran

by | Jan 9, 2024 | Kedokteran | 0 comments

Fakultas kedokteran adalah sebuah institusi perguruan tinggi atau bagian dari institusi tersebut, yang mengajarkan ilmu kedokteran dan memberikan lulusannya gelar profesional, yakni dokter.

Fakultas kedokteran juga dapat melakukan riset medis dan mengoperasikan rumah sakit pendidikan.

Fakultas kedokteran menawarkan program pendidikan yang menghasilkan lulusan dokter yang terampil dan berkompeten, serta berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Namun, apakah Anda tahu bahwa fakultas kedokteran tidak hanya memiliki satu jurusan saja, yaitu ilmu kedokteran?

Ternyata, ada banyak jurusan lain yang bisa Anda pilih di fakultas kedokteran, baik di jenjang sarjana maupun magister.

Jurusan di Fakultas Kedokteran

Berikut ini adalah daftar semua jurusan di fakultas kedokteran pada semua universitas di Indonesia, beserta penjelasan singkatnya.

1. Jurusan Ilmu Kedokteran

Jurusan Ilmu Kedokteran

Jurusan ilmu kedokteran adalah jurusan utama di fakultas kedokteran yang mencakup seluruh aspek ilmu medis, mulai dari anatomi, fisiologi, patologi, farmakologi, mikrobiologi, hingga klinik. Jurusan ini menghasilkan lulusan dokter umum yang bisa bekerja di berbagai bidang kesehatan, seperti pelayanan primer, rumah sakit, kesehatan masyarakat, atau penelitian.

Jurusan ilmu kedokteran memiliki durasi studi selama enam tahun, yang terdiri dari empat tahun teori dan dua tahun praktik di rumah sakit atau klinik. Setelah lulus, lulusan dokter umum harus menjalani masa praktik selama satu tahun di puskesmas atau rumah sakit sebelum bisa mendapatkan surat tanda registrasi (STR) dan izin praktik (SIP) dari Kementerian Kesehatan.

Jurusan ilmu kedokteran terdapat di hampir semua universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

2. Jurusan Ilmu Kedokteran Gigi

Kedokteran Gigi

Jurusan ilmu kedokteran gigi adalah jurusan yang mempelajari ilmu kedokteran gigi dan mulut, yang meliputi anatomi, fisiologi, patologi, farmakologi, mikrobiologi, hingga klinik gigi.

Jurusan ini menghasilkan lulusan dokter gigi yang bisa bekerja di berbagai bidang kesehatan gigi dan mulut, seperti pelayanan primer, rumah sakit, kesehatan masyarakat, atau penelitian.

Jurusan ilmu kedokteran gigi memiliki durasi studi selama lima tahun, yang terdiri dari tiga tahun teori dan dua tahun praktik di rumah sakit atau klinik gigi. Setelah lulus, lulusan dokter gigi harus menjalani masa praktik selama satu tahun di puskesmas atau rumah sakit sebelum bisa mendapatkan STR dan SIP dari Kementerian Kesehatan.

Jurusan ilmu kedokteran gigi terdapat di beberapa universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

3. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat

Jurusan ilmu kesehatan masyarakat adalah jurusan yang mempelajari ilmu kesehatan masyarakat, yang meliputi epidemiologi, biostatistika, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, promosi kesehatan, hingga manajemen kesehatan.

Jurusan ini menghasilkan lulusan sarjana kesehatan masyarakat yang bisa bekerja di berbagai bidang kesehatan masyarakat, seperti pelayanan kesehatan dasar, dinas kesehatan, organisasi kesehatan, atau penelitian.

Jurusan ilmu kesehatan masyarakat memiliki durasi studi selama empat tahun, yang terdiri dari tiga tahun teori dan satu tahun praktik di lapangan.

Setelah lulus, lulusan sarjana kesehatan masyarakat bisa mendapatkan STR dan SIP dari Kementerian Kesehatan. Jurusan ilmu kesehatan masyarakat terdapat di beberapa universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

4. Jurusan Ilmu Gizi

Jurusan ilmu gizi adalah jurusan yang mempelajari ilmu gizi, yang meliputi biokimia, fisiologi, patologi, farmakologi, mikrobiologi, hingga klinik gizi.

Jurusan ini menghasilkan lulusan sarjana gizi yang bisa bekerja di berbagai bidang gizi, seperti pelayanan gizi, rumah sakit, kesehatan masyarakat, atau penelitian.

Jurusan ilmu gizi memiliki durasi studi selama empat tahun, yang terdiri dari tiga tahun teori dan satu tahun praktik di lapangan.

Setelah lulus, lulusan sarjana gizi bisa mendapatkan STR dan SIP dari Kementerian Kesehatan. Jurusan ilmu gizi terdapat di beberapa universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

5. Jurusan Kedokteran Kerja

Jurusan kedokteran kerja adalah jurusan yang mempelajari ilmu kedokteran kerja, yang meliputi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, ergonomi, higiene industri, hingga klinik kerja.

Jurusan ini menghasilkan lulusan magister kedokteran kerja yang bisa bekerja di berbagai bidang kesehatan kerja, seperti pelayanan kesehatan kerja, rumah sakit, kesehatan masyarakat, atau penelitian.

Jurusan kedokteran kerja memiliki durasi studi selama dua tahun, yang terdiri dari satu tahun teori dan satu tahun praktik di lapangan.

Setelah lulus, lulusan magister kedokteran kerja bisa mendapatkan STR dan SIP dari Kementerian Kesehatan. Jurusan kedokteran kerja terdapat di beberapa universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

6. Jurusan Pendidikan Kedokteran

Jurusan pendidikan kedokteran adalah jurusan yang mempelajari ilmu pendidikan kedokteran, yang meliputi kurikulum, metode, evaluasi, hingga manajemen pendidikan kedokteran.

Jurusan ini menghasilkan lulusan magister pendidikan kedokteran yang bisa bekerja di berbagai bidang pendidikan kedokteran, seperti pengajaran, pengembangan, penilaian, atau penelitian. Jurusan pendidikan kedokteran memiliki durasi studi selama dua tahun, yang terdiri dari satu tahun teori dan satu tahun praktik di lapangan.

Setelah lulus, lulusan magister pendidikan kedokteran bisa mendapatkan STR dan SIP dari Kementerian Kesehatan. Jurusan pendidikan kedokteran terdapat di beberapa universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

7. Jurusan Ilmu Biomedik

Jurusan ilmu biomedik adalah jurusan yang mempelajari ilmu biomedik, yang meliputi biologi molekuler, bioteknologi, bioinformatika, hingga klinik biomedik.

Jurusan ini menghasilkan lulusan magister ilmu biomedik yang bisa bekerja di berbagai bidang biomedik, seperti penelitian, pengembangan, aplikasi, atau industri.

Jurusan ilmu biomedik memiliki durasi studi selama dua tahun, yang terdiri dari satu tahun teori dan satu tahun praktik di laboratorium.

Setelah lulus, lulusan magister ilmu biomedik bisa mendapatkan STR dan SIP dari Kementerian Kesehatan. Jurusan ilmu biomedik terdapat di beberapa universitas yang memiliki fakultas kedokteran di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

8. Jurusan Farmasi

Farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan, mulai dari bahan kimia, proses pembuatan, penggunaan, hingga efek sampingnya.

Jurusan farmasi memiliki durasi studi selama empat tahun untuk jenjang sarjana (S1) dan dua tahun untuk jenjang magister (S2).

Setelah lulus S1, mahasiswa akan mendapatkan gelar Sarjana Farmasi (S.Farm). Jika ingin menjadi Apoteker, mahasiswa harus melanjutkan ke jenjang profesi apoteker (Ners) yang berdurasi satu tahun.

Setelah lulus, mahasiswa akan mendapatkan gelar Apoteker (Apt) dan bisa mendapatkan izin praktik dari Kementerian Kesehatan.

Lulusan jurusan farmasi memiliki prospek kerja yang cukup luas dan menjanjikan. Lulusan jurusan farmasi bisa bekerja di berbagai sektor, seperti:

  • Pelayanan kefarmasian, misalnya di apotek, rumah sakit, puskesmas, klinik, atau industri farmasi.
  • Penelitian dan pengembangan, misalnya di lembaga penelitian, perguruan tinggi, atau industri farmasi.
  • Pengawasan dan pengendalian, misalnya di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, atau organisasi kesehatan.
  • Pendidikan dan pelatihan, misalnya di perguruan tinggi, sekolah farmasi, atau lembaga pelatihan.
  • Konsultasi dan manajemen, misalnya di perusahaan konsultan, asosiasi profesi, atau organisasi non-pemerintah.

9. Jurusan Kebidanan

Kebidanan adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan reproduksi perempuan, terutama dalam hal kehamilan, persalinan, nifas, dan keluarga berencana.

Jurusan kebidanan memiliki kurikulum yang mencakup berbagai aspek ilmu kebidanan, seperti anatomi, fisiologi, patologi, farmakologi, mikrobiologi, imunologi, gizi, farmakognosi, farmasetika, bioteknologi, dan lain-lain.

Selain itu, mahasiswa juga akan mempelajari ilmu kesehatan, seperti kesehatan masyarakat, epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan mental, dan lain-lain

Jurusan kebidanan memiliki durasi studi selama empat tahun untuk jenjang sarjana (S1) dan dua tahun untuk jenjang magister (S2). Setelah lulus S1, mahasiswa akan mendapatkan gelar Sarjana Kebidanan (S.Keb).

Jika ingin menjadi bidan, mahasiswa harus melanjutkan ke jenjang profesi bidan (Ners) yang berdurasi satu tahun. Setelah lulus Ners, mahasiswa akan mendapatkan gelar Bidan (Bd) dan bisa mendapatkan izin praktik dari Kementerian Kesehatan.

Lulusan jurusan kebidanan memiliki prospek kerja yang cukup luas dan menjanjikan. Lulusan jurusan kebidanan bisa bekerja di berbagai sektor, seperti:

  • Pelayanan kebidanan, misalnya di rumah sakit, puskesmas, klinik, atau praktek mandiri sebagai bidan.
  • Penelitian dan pengembangan, misalnya di lembaga penelitian, perguruan tinggi, atau industri kesehatan sebagai peneliti, pengembang, atau konsultan.
  • Pengawasan dan pengendalian, misalnya di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, atau organisasi kesehatan sebagai pengawas, auditor, atau evaluator.
  • Pendidikan dan pelatihan, misalnya di perguruan tinggi, sekolah kebidanan, atau lembaga pelatihan sebagai dosen, guru, atau instruktur.
  • Konsultasi dan manajemen, misalnya di perusahaan konsultan, asosiasi profesi, atau organisasi non-pemerintah sebagai konsultan, manajer, atau koordinator.

10. Jurusan Fisioterapi

Fisioterapi adalah ilmu yang mempelajari tentang fungsi gerak tubuh manusia, mulai dari cara gerak hingga bentuk otot, sendi, hingga tulang.

Jurusan fisioterapi memiliki kurikulum yang mencakup berbagai aspek ilmu fisioterapi, seperti anatomi, fisiologi, patologi, farmakologi, mikrobiologi, imunologi, gizi, farmakognosi, farmasetika, bioteknologi, dan lain-lain.

Selain itu, mahasiswa juga akan mempelajari ilmu kesehatan, seperti kesehatan masyarakat, epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan mental, dan lain-lain.

Selama kuliah, mahasiswa akan banyak melakukan praktikum di laboratorium, klinik, puskesmas, atau rumah sakit untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari. Mahasiswa juga akan melakukan penelitian dan skripsi sebagai syarat kelulusan.

Jurusan fisioterapi memiliki durasi studi selama empat tahun untuk jenjang sarjana (S1) dan dua tahun untuk jenjang magister (S2). Setelah lulus S1, mahasiswa akan mendapatkan gelar Sarjana Fisioterapi (S.Ft).

Jika ingin menjadi fisioterapis, mahasiswa harus melanjutkan ke jenjang profesi fisioterapi (Ners) yang berdurasi satu tahun. Setelah lulus, mahasiswa akan mendapatkan gelar Fisioterapis (Ft) dan bisa mendapatkan izin praktik dari Kementerian Kesehatan.

Lulusan jurusan fisioterapi memiliki prospek kerja yang cukup luas dan menjanjikan. Lulusan jurusan fisioterapi bisa bekerja di berbagai sektor, seperti:

  • Pelayanan fisioterapi, misalnya di rumah sakit, puskesmas, klinik, atau praktek mandiri sebagai fisioterapis.
  • Penelitian dan pengembangan, misalnya di lembaga penelitian, perguruan tinggi, atau industri kesehatan sebagai peneliti, pengembang, atau konsultan.
  • Pengawasan dan pengendalian, misalnya di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, atau organisasi kesehatan sebagai pengawas, auditor, atau evaluator.
  • Pendidikan dan pelatihan, misalnya di perguruan tinggi, sekolah fisioterapi, atau lembaga pelatihan sebagai dosen, guru, atau instruktur.
  • Konsultasi dan manajemen, misalnya di perusahaan konsultan, asosiasi profesi, atau organisasi non-pemerintah sebagai konsultan, manajer, atau koordinator.

Demikianlah postingan blog tentang “semua jurusan di Fakultas Kedokteran pada semua universitas di Indonesia”.
Semoga postingan ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mengetahui lebih banyak tentang fakultas kedokteran di Indonesia.

Jika kamu tertarik untuk melanjutkan studi di salah satu jurusan di fakultas kedokteran, kamu bisa mencari informasi lebih lanjut tentang jurusan yang kamu minati.

Kamu juga bisa mengunjungi situs web resmi dari universitas yang kamu pilih untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang persyaratan, biaya, dan proses pendaftaran. Semoga sukses! ????

BIC – Brawijaya Intensive Centre, adalah bimbingan belajar dengan program belajar Untuk kelas 12 dan Alumni persiapan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur ujian SNBT, ujian Mandiri PTN/PTS favorit dan Sekolah Kedinasan. Ada dua pilihan kelas yang dapat kamu ikuti, Kelas Online dan Kelas Offline.
BIC“Your Future For Success”