Lebih Mengenal Dengan Dokter Spesialis Orthopaedi

by | Apr 18, 2020 | Berita | 0 comments

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi atau Dokter Ortopedi adalah dokter yang memiliki fokus untuk menangani cedera dan penyakit pada sistem muskoloskeletal tubuh, mencakup tulang, sendi, tendon, otot, ligamen, dan saraf. okter bedah ortopedi menghadapi sebagian besar penyakit muskuloskeletal termasuk artritis, trauma dan kongenital menggunakan peralatan bedah dan non-bedah.

Di Indonesia, dokter bedah ortopedi adalah dokter yang telah menyelesaikan pendidikan yang diajukan dalam bedah ortopedi setelah menjadi dokter umum maupun bedah umum. Dokter ini harus menyelesaikan 104 SKS dalam 9 semester pendidikan klinik. Dokter spesialis ini diberi gelar SpOT (spesialis ortopedi dan traumatologi) atau SpBO (spesialis bedah ortopedi).

Banyak dokter bedah ortopedi yang menjalani pelatihan subspesialis dalam program yang dikenal sebagai ‘fellowship’ (beasiswa) setelah menyelesaikan pendidikannya sebagai residen. Pelatihan fellowship dalam sebuah subspesialisasi ortopedi khususnya memakan waktu 1 (kadang-kadang 2) tahun dan biasanya memiliki komponen penelitian yang terkait dengan pelatihan klinik dan operasi. Beberapa contoh subspesialisasi ortopedi adalah:

  1. Bedah tangan (juga dilakukan oleh dokter bedah plastik)
  2. Bedah bahu dan siku
  3. Rekonstruksi sendi total (artroplasti)
  4. Ortopedi anak
  5. Bedah kaki dan pergelangan kaki (juga dilakukan oleh podiatri)
  6. Bedah tulang belakang (juga dilakukan oleh dokter bedah saraf)
  7. Onkologi muskuloskeletal
  8. Bedah kedokteran olahraga
  9. Trauma ortopedi

Berikut penyakit yang biasa di tangani oleh seorang Dokter Spesialis Orthoepdi:

– Infeksi tulang, tumor tulang, deformitas tulang, dan patah tulang.

– Radang sendi, dislokasi, nyeri sendi, perobekan ligamen, bursitis, dan pembengkakan sendi.

– Skoliosis dan tumor tulang belakang.

– Tendinitis, nyeri lutut, dan cedera meniscus lutut.

– Nyeri tumit dan pergelangan kaki.

– Kista ganglion dan CTS (Carpal Tunnel Syndrome).

– Infeksi, cedera, tumor, dan atrofi pada otot dan jaringan lunak.

BIC – Brawijaya Intensive Centre, adalah bimbingan belajar dengan program belajar Untuk kelas 12 dan Alumni persiapan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur ujian SNBT, ujian Mandiri PTN/PTS favorit dan Sekolah Kedinasan. Ada dua pilihan kelas yang dapat kamu ikuti, Kelas Online dan Kelas Offline.
BIC“Your Future For Success”