Lebih Mengenal Dengan Dokter Bedah Plastik

by | Apr 14, 2020 | Berita

Profesi dokter bedah plastik sering kali dikaitkan dengan tindakan mengubah bagian tubuh tertentu agar tampak semakin menarik. Padahal, cabang kedokteran bedah umum ini memiliki ruang lingkup yang lebih luas, bahkan meliputi fungsi rekonstruksi guna memperbaiki bentuk tubuh yang rusak.

Bedah plastik sendiri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada perbaikan jaringan tubuh atau kulit yang rusak atau cacat akibat kondisi tertentu, misalnya luka bakar, kecelakaan, tumor, dan penyakit bawaan sejak lahir. Selain memperbaiki bentuk tubuh yang rusak atau cacat, tindakan bedah plastik juga sering dilakukan untuk mengubah bagian tubuh supaya terlihat lebih menarik (kebutuhan estetik).


Pendidikan Menjadi Dokter Bedah Plastik

Untuk menjadi dokter bedah plastik, seorang dokter umum harus menjalani masa pendidikan kurang lebih 10 semester. Lamanya masa pendidikan inilah yang membuat profesi dokter bedah plastik masih sangat jarang di beberapa negara, termasuk Indonesia.


Subspesialisasi Dokter Bedah Plastik

Sama seperti ilmu kedokteran lain, bedah plastik juga dibagi menjadi beberapa subspesialisasi, yang meliputi:

1. Konsultan luka bakar

Dokter bedah plastik yang mengkhususkan diri dalam menangani pasien yang mengalami kerusakan berat pada jaringan tubuh dan kulit akibat luka bakar serius.

2. Konsultan luka dan onkoplasti

Dokter bedah plastik yang mendalami ilmu penanganan luka dan perbaikan jaringan tubuh setelah operasi pengangkatan tumor atau kanker. Misalnya untuk prosedur rekonstruksi payudara setelah operasi pengangkatan payudara karena kanker.

3. Konsultan bedah mikro (microsurgery)

Subspesialisasi bedah plastik yang fokus melakukan tindakan bedah dengan alat bantu mikroskop khusus pada bagian saraf. Ini termasuk pembuluh darah kecil dan saraf.

Baca Juga:

Lebih Mengenal Peran Dokter Bedah Saraf

Mengenal Lebih Dekat Dokter Bedah Anak

Mengenal Lebih Dekat Dengan Dokter Spesialis Bedah Mulut

Lebih Dekat Dengan Dokter Bedah Umum

4. Konsultan genitalia eksternal

Subspesialisasi bedah plastik yang berfokus pada perbaikan bentuk dan fungsi jaringan organ seksual wanita. Misalnya untuk memperbaiki bentuk labia yang kurang simetris, memperbaiki vagina (vaginoplasti), atau merekonstruksi selaput dara.

5. Konsultan bedah wajah (kraniofasial)

Subspesialisasi bedah plastik yang mengkhususkan diri dalam memperbaiki kelainan bentuk wajah, misalnya karena cacat bawaan sejak lahir (kongentinal). Dokter bedah plastik konsultan bedah kraniofasial memiliki keahlian mendalam untuk memperbaiki bentuk kepala, tengkorak, wajah, leher, rahang, serta struktur wajah lainnya.

6. Konsultan bedah tangan

Subspesialisasi bedah plastik yang berfokus pada pembedahan di bagian tangan. Umumnya, tindakan bedah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi tangan dan jari seperti semula. Cedera, penyakit rematik, luka infeksi, dan cacat bawaan pada tangan merupakan beberapa kondisi yang membutuhkan tindakan ini.

7. Konsultan estetika

Subspesialisasi bedah plastik yang khusus dalam pembedahan bagian tubuh tertentu agar terlihat lebih menarik. Ruang lingkup pembedahan estetika ini, meliputi memperindah alis mata, kelopak mata, hidung, dagu, peremajaan kulit, serta perbaikan payudara.

Sementara untuk dokter bedah plastik estetika, harus mampu melakukan prosedur bedah plastik yang bersifat memperindah penampilan pasiennya, seperti:

– Membesarkan atau mengecilkan payudara.

– Memperbaiki bentuk telinga yang menonjol (otoplasty).

– Menghilangkan kantong mata (blepharoplasty).

– Memperbaiki bentuk hidung (rhinoplasty).

– Menghilangkan lemak pipi, dagu, perut, bokong, dan lengan.

– Menghilangkan bekas luka.

– Menumbuhkan kembali (restorasi) rambut.

– Memberi kontur (lekuk) pada wajah, paha, pinggul, dan tangan.

– Melakukan sedot lemak (liposuction).

– Mengencangkan kulit wajah yang kendur (face lift).


Risiko Bedah Plastik

Sama seperti prosedur medis lain, bedah plastik juga memiliki risiko komplikasi. Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi:

  • Kerusakan saraf dan mati rasa
  • Infeksi pada bagian tubuh yang dioperasi
  • Bekas luka yang tak kunjung hilang
  • Perdarahan setelah melakukan bedah plastik
  • Muncul memar atau terjadi penggumpalan darah pada bagian tubuh yang dioperasi (hematoma)
  • Efek samping obat bius yang digunakan selama operasi

BIC – Brawijaya Intensive Centre, adalah bimbingan belajar dengan program belajar Untuk kelas 12 dan Alumni persiapan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur ujian SNBT, ujian Mandiri PTN/PTS favorit dan Sekolah Kedinasan. Ada dua pilihan kelas yang dapat kamu ikuti, Kelas Online dan Kelas Offline.
BIC“Your Future For Success”