Mengenal Peran Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

by | Apr 9, 2020 | Berita

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah adalah dokter yang memiliki keahlian spesifik dalam mengobati penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, atau kardiovaskuler. Latar belakang pendidikannya adalah dokter umum yang sudah menyelesaikan pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah.

Kedokteran jantung dan pembuluh darah juga merupakan bidang yang dipelajari dokter spesialis penyakit dalam. Para dokter spesialis jantung dan dokter spesialis penyakit dalam tak jarang berkolaborasi atau bekerja sama satu sama lain dalam menangani pasien yang bermasalah dengan jantung dan pembuluh darahnya.

Dokter spesialis jantung memiliki pengetahuan mendalam tentang pencegahan, diagnosis, dan pengobatan berbagai penyakit kardiovaskular, mulai dari tekanan darah tinggi hingga serangan jantung. Penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah meliputi:

– Infark miokard atau angina.

– Penyakit jantung koroner.

– Penyakit pembuluh darah.

– Penyakit katup jantung.

– Penyakit jantung bawaan.

– Penyakit aorta.

– Penyakit otot jantung (kardiomiopati).

– Tumor jantung.

– Gangguan irama jantung (aritmia).

– Perikarditis.

– Serangan jantung.

– Gagal jantung.

– Henti jantung.

Dalam melakukan diagnosis, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah akan menelusuri riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik jantung untuk mengevaluasi apakah terdapat gangguan jantung. Setelah itu, untuk memastikan diagnosis, seringkali dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan atau tes lebih lanjut.

Kompetensi dokter spesialis jantung tidak hanya berkaitan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah jantung, namun juga mencakup penyakit pembuluh darah secara umum, misalnya seperti varises, trombosis pembuluh darah, dan penyakit arteri perifer.

Dalam melakukan diagnosis, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah akan menelusuri riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dirasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik jantung untuk mengevaluasi apakah terdapat gangguan jantung. Setelah itu, untuk memastikan diagnosis, seringkali dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan atau tes lebih lanjut, seperti:

– EKG (elektrokardiografi).

– Rontgen, CT scan, MRI, angiografi.

– Ekokardiogram (USG jantung).

– Stress test/ tes latihan treadmill.

– Tes darah.

BIC – Brawijaya Intensive Centre, adalah bimbingan belajar dengan program belajar Untuk kelas 12 dan Alumni persiapan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur ujian SNBT, ujian Mandiri PTN/PTS favorit dan Sekolah Kedinasan. Ada dua pilihan kelas yang dapat kamu ikuti, Kelas Online dan Kelas Offline.
BIC“Your Future For Success”