Lebih Mengenal Dengan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Selain Perguruan Tinggi Negeri sebagai Perguruan Tinggi yang banyak diminati oleh calon mahasiswa, ada pula Perguruan Tinggi Lainnya yang cukup banyak penggemarnya yaitu Perguruan Tinggi Kedinasan. Salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan yang cukup banyak peminatnya yaitu Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP).

POLTEKIP atau Politeknik Ilmu Pemasyarakatan merupakan pendidikan kedinasan Diploma III di bidang teknis Pemasyarakatan. POLTEKIP adalah Perguruan Tinggi kedinasan yang ikatan Dinas, jadi biaya kuliah gratis dan setelah kuliah bisa langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara atau yang biasa disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS).

POLTEKIP merupakan perguruan tinggi kedinasan yang terletak di bawah naungan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik indonesia. Akademi Ilmu Pemasyarakatan didirikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 270/164 tanggal 24 Oktober 1964. Akademi ini didirikan sebagai Kawah Candradimuka kader-kader Pemasyarakatan di Indonesia dan memiliki tugas pokok melaksanakan pendidikan pada jalur pendidikan profesional program Diploma III yang ditujukan pada keahliaan khusus di bidang Pemasyarakatan.

Penerimaan calon taruna baru POLTEKIP ini dibuka untuk menerima putra-putri terbaik bangsa dari lulusan Sekolah Menengah Atas untuk dididik menjadi petugas pemasyarakatan yang mampu menjadi pelaksana teknis, pengambilan keputusan, manajer dan peneliti.

Program Studi yang terdapat di POLTEKEP yaitu seperti:

  1. Teknik Pemasyarakatan
  2. Manajemen Pemasayarakatan
  3. Bimbingan Pemasyarakatan.

Perlu diketahui bahwa sistem seleksi yang di gunakan adalah sistem gugur dimana calon peserta yang tidak dapat melewati setiap tahapan seleksi maka akan dinyatakan gugur, namun utuk peserta yang mampu melewati setiap tahapan seleksi, maka akan dinyatakan lulus seleksi. Untuk calon taruna yang ingin mendaftar harus dapat memenuhi persyaratan pendaftaran yang telah ditentukan oleh panitia seperti berikut ini:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Pria/Wanita
  3. Pendidikan SMA sederajat dengan nilai ijazah rata-rata 7,0 dan nilai Bahasa Inggris sekurang-kurangnya 7,0 pada rapor semestter akhir. Khusus putra dsaerah asli Papua dan Papua Barat nilai ijazah rata-rata 6,0 dan nilai Bahasa Inggris 6,0.
  4. Usia serendah-rendahnya 17 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun (dibuktikan dengan akte kelahiran/surat keterangan lahir.
  5. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS, bebas narkoba, tidak memakai kacamata dan/atau softlens, tidak tuli, dan tidak buta warna.
  6. Bagi pria, tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
  7. Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari 1 pasang (telinga kiri dan kanan).
  8. Belum pernah menikah dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah/ kepala desa dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
  9. Bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
  10. Tidak pernah putus studi/drop out (DO) dari Poltekip dan atau akademi/sekolah kedinasan pemerintah lainnya.
  11. Membuat dan mengisi formulir pernyataan dan melengkapi surat-surat keterangan lainnya setelah dinyatakan diterima sebagai calon taruna.

12. Tidak sedang menjalani ikatan dinas/ pekerjaan dengan                       instansi/ perusahaan lain.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *