Lebih Mengenal Dengan Akademi Kepolisian RI

Akademi Kepolisian RI adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri. Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri). Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010, Akpol bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi dan lama pendidikan adalah 4 tahun dengan output pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan. Akpol tergabung sebagai anggota INTERPA (International Association of Police Academies) dari 36 negara anggota lainnya.

          Akpol didirikan untuk mendidik calon-calon perwira Polri. Sebagai institusi pendidikan tingkat akademi, lama pendidikan yang diselenggarakan Akpol adalah empat tahun. Selama menjalani pendidikan, para taruna dan taruni Akpol memiliki pangkat sesuai dengan waktu tempuhnya. Pada tahun pertama pendidikan, terdapat tiga pangkat, yaitu:

– Calon Bhayangkara Taruna pada awal semester ke-1 selama empat bulan (Dikcandrabhara)

– Bhayangkara Dua Taruna pada akhir semester ke-1 selama dua bulan (22 SKS)

– Bhayangkara Satu Taruna pada semester ke-2 selama enam bulan (21 SKS)

Pada tahun kedua, taruna dan taruni Akpol berpangkat Brigadir Dua Taruna. Semester ke-3 terdiri dari 20 SKS dan semester ke-4 terdiri dari 22 SKS. Tahun ketiga, pangkat taruna dan taruni Akpol adalah Brigadir Satu Taruna. Pada semester ke-5, taruna dan taruni harus menempuh 21 SKS dan pada semester ke-6 22 SKS.

Ditahun terakhir menjalani pendidikan di Akpol, Sobat Pintar nanti akan berpangkat Brigadir Taruna. Pada tahun keempat ini, semester ke-7 terdiri dari 21 SKS dan semester ke-8 4 SKS. Setelah lulus dari Akpol, nantinya Sobat Pintar akan berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Disamping itu, alumni Akpol juga bergelar Sarjana Terapan Kepolisian (STK).

Dari tahun ke tahun, pendaftaran untuk menjadi taruna dan taruni Akpol senantiasa terbuka. Jangan lupa untuk selalu mencari informasi persyaratan pendaftaran disetiap awal tahun bila Akpol menjadi salah satu pilihan Sobat untuk melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, jangan mengabaikan prestasi akademik karena biasanya terdapat nilai minimal yang menjadi syarat penerimaan calon taruna dan taruni. Misalnya, nilai rata-rata UAN pada kelulusan tahun 2015-2017 minimal 7,0. Nilai rapor juga ada standar minimalnya, misalnya rata-rata 70,00 pada semesrer ke-1 dikelas XII.

Dalam Akpol, terdapat beberapa tingkatan taruna yang penting untuk kamu ketahui. Berikut ini pangkat taruna Akpol:

  1. Calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) dalam bahasa Inggris disebut dengan Cadet Enlisted Candidate ditempuh pada awal semester I selama 4 bulan pada saat Dikcandrabhara.
  2. Bhayangkara Dua Taruna (Bharadatar) atau dalam bahasa Inggris disebut Cadet Enlisted Second Class ditempuh pada akhir semester I selama 2 bulan sebanyak 22 SKS.
  3. Bhayangkara Satu Taruna (Bharatutar) atau Cadet Enlisted First Class ditempuh pada semester II selama 6 bulan sebanyak 21 SKS.
  4. Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) atau Cadet Brigadier Second Class ditempuh selama 1 tahun atau 2 semster. Pangkat tersebut dicapai selama semester III dengan 20 SKS dan semester IV dengan 22 SKS.
  5. Brigadir Satu Taruna (Brigtutar) atau Cadet Brigadier First Class ditempuh selama 1 tahun atau 2 semester. Atau semester V dengan 21 SKS dan semester VI dengan 22 SKS.
  6. Brigadir Taruna (Brigtar) atau disebut Cadet Brigadier ditempuh selama 1 tahun atau 2 semester atau setara dengan semester VII dengan 21 SKS dan semester VIII dengan 4 SKS.

Setelah menempuh pendidikan selama 4 tahun, output dari Akpol mempunyai pangkat IPDA (Inspektur Polisi Dua) dan mempunyai gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.ik). Pendidikan di Akpol berarti menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP). Jangka waktu ikatan dinas ini biasanya selama 10 tahun, terhitung ketika diangkat menjadi Perwira Polri.

Persyaratan Khusus AKPOL

  1. Pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI.
  2. Berijazah serendah-rendahnya SMA/sederajat jurusan IPA/IPS (bukan lulusan Paket A, B, dan C).
  3. Nilai kelulusan rata-rata hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai gabungan) tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5,, tahun 2015-2018 nilai rata-rata minimal 60,00, dan tahun 2019 ditentukan kemudian.
  4. Nilai kelulusan rata-rata hasil Ujian Akhir Nasional/UAN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat tahun 2014 minimal 6,0, tahun 2015-2017 minimal 60,00, tahun 2018 minimal 55,00, dan tahun 2019 ditentukan kemudian.
  5. Bagi lulusan tahun 2019 (yang masih kelas XII,) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang ditentukan kemudian.
  6. Bagi yang berusia 16 tahun sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 75,00.
  7. Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan.
  8. Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku) adalah pria 165 cm dan wanita 163 cm.
  9. Belum pernah menikah/hamil atau melahirkan bagi peserta calon Taruna dan belum pernah punya anak kandung/biologis bagi peserta calon Taruna serta sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan.
  10. Tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
  11. Bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal karena pidana/asusila atau Taruna/i yang diberhentikan dengan tidak hormat tidak dapat mendaftar kembali.
  12. Mantan siswa/i yang diberhentikan tidak dengan hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara tidak dapat mendaftar/
  13. Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK).
  14. Membuat surat pernyataan materai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian.
  15. Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemdikbud.
  16. Berdomisili 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan surat keterangan domisili dari Lurah/Kades setempat dengan diketahui oleh Kapolsek, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
  17. Bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas III dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY, untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK.
  18. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri.
  19. Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali.
  20. Tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain.
  21. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan wajib mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan serta bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan taruna Akpol.
  22. Bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *